Friday, February 5, 2016

An Example of a Story Telling Text - YaQowiyyu

NOTE : Ask to your teacher first if you want to use this text, because perhaps there are many mistakes in the text. Thank you :)

*I will tell you a story from Central Java
The story is about Jatinom village
The tradition is spreading the apem
And now we can call it as YaQowiyyu

     Kyai Ageng Gribig, he had a real name Wasibagno Timur. He was the generation of Prabu Brawijaya Five from Majapahit. He was a teacher of Islam in Java, especially in Jatinom village, Klaten, Central Java. His mission was to execute the messages from walisongo. He left his kingdom because he wanted to raise his Nation. Kyai Ageng Gribig meditated and prayed to God firmly. So, God answered his pray.

     God       : “You must walk from Giri to West. Don’t stop before you can find two Jati trees at the slope of mount Merapi”

     After getting that answer, Kyai Ageng Gribig did that and he found two Jati trees that were still young. And then he meditated under that trees for years. Than he built a mosque and a village called Jatinom. That has a meaning Jati Enom or the Jati trees that were still young.

     Kyai Ageng Gribig        : “Oh Thankyou God for Your answer. Now I will build a mosque in this village. And I will give a name of this village, Jatinom.”

boludankue.wordpress.com     Jatinom is the name of subdistrict in Klaten regency. It is located in the center of road that is connect Klaten and Boyolali.

     Ladies and gentlemen, in the other side, there was a story. Kyai Ageng Gribig together with Sultan Agung often Tarawih and Friday Prayer at Mekkah. After they left the holy land, they brought three pieces of apem for a gift. But, because there were many people in Jatinom village, so Kyai Ageng Gribig said to his wife, Nyai Ageng Gribig to make more apem.

     Kyai Ageng Gribig : “Nyai, I brought apem from Makkah, but only three pieces. Would you make more apem for a gift to the people in this village?
     Nyai Ageng Gribig : “I’m sorry, Kyai, what is apem?”
     Kyai Ageng Gribig : “Apem is like a baked cake made from rice flour and it is sweet. Apem word comes from Arabic word Afu’un means forgiveness”
     Nyai Ageng Gribig : “Oh, that is awesome. Okay, I’ll try to make it, Kyai”
     Kyai Ageng Gribig : “Make sure each people get one. Thank you very much, Nyai”
     Nyai Ageng Gribig : “All right, your welcome, Kyai.”

3 hours later
     Nyai Ageng Gribig : “Excuse me please, Kyai, I have finished making the apem. Who must distribute them?”
     Kyai Ageng Gribig : “ I’ll do, Nyai. I’ll invite people to come in front of the big mosque after Friday Prayer. And I’ll spread it. Who get the apem, will get a prosperity.”

     Kyai Ageng Gribig said to the people that when he spread the apem, the people must say “YaQowiyyu”. It means “Allah is The Strongest”. So, people named that traditional celebration as “YaQowiyyu”

www.solopos.com
     YaQowiyyu held by Kyai Ageng Gribig once a year. On Friday, between the 12th  and the 20th of Sapar in Java Calendar. The celebration held after Friday Prayer to thank to God for His bless and His giving to us. And Kyai Ageng Gribig gave a message to the people that they must set apart a half of their prosperity to give alms for other.

     Until now, this tradition is held and attended by thousand people. Some from Central Java and the others are from Yogyakarta, and also foreign tourist.
The committee prepared two towers. 4 metres high and 2 metres wide. 10 people wearing a white shirt in each tower. And they spread apem from there. People under the tower grabbed the apem. Creative people using umbrella to get the apem.

     1 : “YaQowiyyu.....Yeah I get it!, thank you God, Alhamdulillah.”
     2 (using umbrella) : “YaQowiyyu.....Oho I get it more than one, Alhamdulillah.”

anakrimba46.blogspot.com     YaQowiyyu has a religius character to remind us about Kyai Ageng Gribig’s merit, built in Jatinom village and he spreaded Islam lessons there. And this tradition is held until now. It need 3 or 4 tons apem or approximately 38 thousands apem for the “YaQowiyyu” tradition in this era. And it is arranged like a mountain. So Javanese called it as gunungan. It arranged go down like an Indonesian food, sate by 4-2-4-4-3. It has a meaning of rakaat sholat Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar, and Maghrib.

     In this year, “YaQowiyyu” hold at Friday, 12th of December 2014. So, Ladies and Gentlemen, if you want to know about this unique tradition, please come to Jatinom, a place that near from my hometown, Central Klaten.

We can learn :
1. We as human should thank to God for everything and we should sincere to give alms to other
2. If we feel weak, so we should pray to God because Only God is The Strongest
3. Pray seriously and always do an hard effort, so God will give us something special.

Wednesday, January 20, 2016

Sinopsis Buku Who Am I? 3

Tema Buku                  : Psikologi
Judul Buku                  : Who am I? 3
Penulis                         : @PsikologiID
Editor                          : Tina Leoni
Tahun Terbit                : 2014
Jumlah halaman           : 254
Penerbit                       : PT Lintas Kata
Sinopsis Buku             :

Buku ini merupakan buku psikologi yang cocok untuk dibaca oleh remaja. Warnanya yang menarik membuat pembaca tak bosan dalam membaca. Buku ini berisi tentang tes – tes yang berfungsi untuk mengenali diri kita sendiri, terutama remaja.
Buku yang diapaparkan dengan bahasa gaul ini akan membuat kita merasa geli dan berkata “hehe iya ya, aku banget ini”. Buku ini memuat tentang kehidupan remaja yang belum stabil untuk diantarkan menjadi lebih stabil, lebih mengenali dirinya sendiri, dan agar lebih percaya dengan kemampurannya sendiri. Dengan tes – tes unik khas psikologi, kita akan dibawa ke arahan yang positif. Dengan begitu, kita akan mengenali diri kita sendiri agar bisa membawa jiwa kita ke dalam hal yang memang sesuai dengan sifat asli kita.
Buku ini wajib dikerjakan dengan hati, dirasakan, dan harus jujur ketika mengerjakannya, sesuai dengan apa yang kita alami dan kita rasakan saat mengerjakannya. Selain tentang kepribadian, buku ini juga berisi tes psikologi sederhana yang menunjukkan sebenarnya kita cocok untuk melanjutkan belajar di bidang apa, yang sesuai dengan sifat, keinginan, dan kemampuan kita. Juga membongkar karakter kerja kita agar dapat memperbaikinya menjadi lebih baik lagi.

Secara tidak langsung, buku Who am I? 3 ini  mengajak kita untuk berkembang menjadi seorang pribadi yang cerdas dan menjadi generasi penerus bangsa yang akan merasa lebih bermanfaat yang tepat pada porsi dan posisinya.

Sinopsis oleh : Swasti Niramaya

Sinopsis Biografi Andy F. Noya Kisah Hidupku


 


Tema Buku                  : Biografi
Judul Buku                  : Kisah Hidupku Andy Noya
Penulis                         : Kolaborasi Robert Adhi Kusumaputra
dan Andy F. Noya
Tahun Terbit                : 2015
Jumlah halaman           : 418
Penerbit                       : Penerbit Buku Kompas
Sinopsis Buku             :

Buku ini merupakan sebuah biografi dari Andy F Noya. Buku yang digarap kurang lebih selama empat tahun ini menceritakan tentang kehidupan pribadi Andy F Noya mulai dari masa kecilnya hingga saat ini menjadi pembawa acara Kick Andy di Metro TV. Tak mengira bawasanya orang yang bernama lengkap Andy Wim Flores Noya ini memiliki banyak kisah menarik dalam masa lalunya. Mulai dari kisah yang menyenangkan, menggelikan, hingga kisah sedih nan pilu tertulis jelas di buku ini. Buku yang menggunakan gaya penuturan“aku” dalam penyampaiannya ini membuat kita serasa bukan membaca sebuah biografi dari orang lain, tetapi seperti ikut menapaki kisah hidup seorang Andy F Noya. Dengan cipratan kalimat cuplikan dari setiap sub-babnya yang disajikan dengan halaman biru, membuka rasa penasaran pembaca untuk terus membaca kisah selanjutnya.
Andy adalah seorang anak laki – laki keturunan Ambon-Belanda-Jawa-Portugis yang masa remajanya ditempuh di Papua.. Beliau tinggal berpindah-pindah dan selalu di tempat yang sempit. Beliau tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai penjahit dan 2 orang saudaar perempuannya. Ketika beliau dinyatakan lulus SD, beliau pindah ke Papua dan tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai seorang pembenah mesin tik.
Pada masa mudanya, beliau tidak suka dengan orang kaya. Beliau juga benci ulang tahun. Andy F. Noya juga memiliki banyak kisah jenaka tentang percintaannya.

Buku ini benar-benar mengupas kisah hidup yang tidak kita sangka dari orang yang pembawaannya tenang ini. Lika – liku dalam menapaki karirnya sebagai jurnalis juga diceritakan secara menarik. Banyak kejadian yang tak kita duga pernah terjadi dalam perjalanan hidup pria yang kini telah menjadi ayah dari 3 orang anak ini. Tak heran jikalau buku ini menjadi Best Seller di tahun 2015.

Sinopsis oleh : Swasti Niramaya dengan referensi sinopsis asli pada sampul belakang buku